Perlukah menjaga diet?

PRINSIP DASAR DIET PADA PENDERITA PENYAKIT AUTOIMUN

Apakah anda menjaga diet?

Barangkali sebagian besar dari anda menjawab tidak. Pertanyaan sebenarnya adalah: apakah perlu menjaga diet jika menderita penyakit autoimun? Topik ini menjadi perdebatan yang sangat menarik dibahas jika membicarakan mengenai penyakit autoimun. Sebetulnya saya ingin mendapatkan lebih banyak ilmu mengenai nutrisi sebelum menyelesaikan artikel ini dengan mengikuti suatu continuing and professional education, namun saya putuskan untuk membagi artikelnya ke dalam dua bab jika diperlukan. Dalam bab pertama saya akan menjelaskan prinsip utamanya lalu saya akan menuangkan ilmu-ilmu tambahan pada bab berikutnya. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat korelasi antara diet dengan penyakit autoimun. Umumnya penelitian-penelitian tersebut tidak menemukan korelasi antara diet dengan penyakit autoimun, namun beberapa ahli serta penderita sendiri mendebatkan bahwa diet sangat mempengaruhi penyakit autoimun. Sebelum kita bahas lebih dalam kesana, saya jelaskan dulu pengertian diet dan prinsip umum diet yang sehat. Diet sesungguhnya artinya jumlah asupan makanan seseorang. Namun di Indonesia, diet seringnya dirujuk sebagai penjagaan/pengaturan makan untuk menurunkan berat badan.

Jenis diet yang paling baik adalah yang bervariasi dan seimbang. Kenapa? Karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat nutrisi tiap harinya dan satu jenis bahan makanan saja tidak akan cukup memenuhi semua kebutuhan zat nutrisi tersebut kecuali ASI. Selain daripada itu juga, perlu diperhatikan bahwa bahan makanan yang di konsumsi adalah bahan makanan yang bernutrisi, yang sehat, kaya akan zat gizi dan bukan kaya akan zat tambahan yang malah merusak tubuh. Menyangkut waktu makannya, yang paling baik adalah pola makan yang teratur pada jam-jam yang kurang lebih sama setiap harinya. Menurut penelitian Karolinka Institutet sebuah universitas kedokteran di Swedia, makan tidak teratur berkorelasi dengan meningkatnya risiko terkena sindrom metabolik.[1] Sindrom metabolik adalah kombinasi dari gangguan medis yang meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Smoked Salmon Salad and Apple LunchSelain itu, menurut penelitian sebuah tim di Tel Aviv University, Israel, makan pagi besar yang mengandung minimal 700 kalori lebih bermanfaat dalam menurunkan berat badan dan risiko terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi dan diabetes.[2] Tubuh kita membutuhkan kalori yang banyak di pagi hari karena akan beraktivitas selama pagi dan siang hari. Tapi jangan lupa untuk tetap memperhatikan jenis makanannya. Tim dari Israel yang dipimpin Prof. Daniela Jakubowiicz menekankan bahwa waktu makan adalah sama pentingnya dengan jenis makanan. Hindari makan di waktu menjelang tidur, yang di rekomendasikan adalah 3 jam sebelum waktu tidur dengan kalori yang lebih rendah daripada pagi dan siang hari. Hal ini akan memberikan waktu untuk tubuh anda bekerja mengolah makanan tersebut dengan baik sehingga tidur anda juga tidak akan terganggu. Pola makan yang teratur akan membuat makan tercerna dengan baik. Pola makan yang teratur juga dapat mencegah terjadinya maag.

Jumlah asupan makanan yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Untuk orang dewasa dapat dilakukan perhitungan sendiri masing-masing untuk mengetahui kebutuhan nutrisinya dalam sehari. Berikut adalah perhitungan kalori yang dibutuhkan seseorang dalam sehari dengan aktivitas sedang untuk mempertahankan berat badannya yang saya kutip dari Kompas menurut Prof. Em Yunir, SpPD.KEMD:

Wanita:

(((TB-100)-10%(TB-100))*25)+20%(((TB-100)-10%(TB-100))*25)

Pria:

(((TB-100)-10%(TB-100))*30)+20%(((TB-100)-10%(TB-100))*30)

Contoh: Wanita, tinggi badan 160 cm, maka

(((160-100)-10%(160-100))*25)+20%(((160-100)-10%(160-100))*25) = 1620 kkal

Selanjutnya, perlu dijaga keseimbangan zat gizi yang dikonsumsi, meskipun hal ini nantinya perlu dikondisikan kembali dengan kondisi tiap individu jika menderita suatu penyakit yang perlu anda konsultasikan dengan dokter anda atau seorang professional gizi seperti dokter spesialis gizi. Pada umumnya, diet yang sehat dan seimbang untuk mempertahankan berat badan menurut pedoman umum gizi seimbang adalah yang dalam sehari meliputi:

– Karbohidrat 50-60% dari total masukan kalori dalam sehari. Karbohidrat mengandung 4 kalori per gram. Karbohidrat sederhana seperti gula cukup tidak lebih dari 5% total masukan kalori dalam sehari (3-4 sendok makan), sisanya dari karbohidrat kompleks seperti nasi.

– Protein 15-20% dari total masukan kalori dalam sehari. Protein juga mengandung 4 kalori per gram.

– Lemak 25% dari total masukan kalori dalam sehari. Lemak mengandung 9 kalori per gram. Lemak jenuh seperti mentega, margarin, daging berlemak cukup tidak lebih dari 10% dari total masukan kalori dalam sehari.

Jadi, jika total masukan kalori yang dibutuhkan seseorang dalam sehari adalah 1620 kkal maka karbohidrat yang dibutuhkan adalah (1620*(50-60%))/4 = 202.5-243 gram. Perhitungan-perhitungan anda tersebut kemudian anda tinggal bagi dalam 5 kali makan, 3 kali makan besar dan 2 kali makan selingan ringan dengan paling besar persentase porsi pada pagi hari dan paling sedikit pada malam hari.

MH900422714Selain ketiga zat gizi diatas, tidak kalah penting adalah mengonsumsi vitamin dan mineral yang cukup sebagai zat pengatur. Sayur-sayuran serta buah-buahan sangat kaya akan vitamin dan mineral maka adalah penting untuk mengonsumsinya. Sayur-sayuran yang segar adalah lebih baik daripada yang dimasak, namun perlu diperhatikan mengenai pestisida yang justru menjadi lebih berbahaya. Namun sekarang ini telah ada banyak di jual alat ozone generator/sterilizer yang dapat membersihkan bahan makanan dari zat-zat kimia, juga hormon yang sering disuntikkan kepada ayam atau daging. Makanlah buah-buahan segar yang telah dibersihkan terlebih dahulu atau bisa dengan mengabungkan beberapa buah dalam satu jus sekaligus. Jus seperti itu akan lebih baik karena mengandung lebih beragam zat nutrisi dibandingkan satu buah saja, namun jangan dibuang seratnya. Mendapatkan vitamin dan mineral dari bahan makanan langsung adalah lebih baik daripada dari suplemen. Kebutuhan vitamin dan mineral dalam sehari adalah tidak teralu besar sehingga dengan diet yang seimbang seharusnya cukup didapatkan dari diet sehari-hari tanpa membutuhkan suplemen tambahan. Elliseo Guallar dan sejawatnya melakukan review atas beberapa penelitian mengenai penggunaan suplemen tambahan pada orang-orang dengan kecukupan gizi untuk pencegahan penyakit kronik. Kesimpulannya adalah bahwa sebagian besar suplemen vitamin dan mineral tidak bermanfaat untuk pencegahan penyakit kronik bahkan dapat berbahaya pada individu-induvidu dengan kecukupan gizi. [3]

Selanjutnya, vitamin dapat bermanfaat sebagai antioksidan. Apakah antioksidan itu? Sebelumnya saya jelaskan mengenai radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan karena pemisahan ikatan sehingga molekulnya kehilangan elektron dan jadinya menganggu kestabilannya dan dapat membahayakan jika berlebihan karena dapat menyebabkan mutasi pada genetik sehingga menimbulkan penyakit seperti kanker. Faktor-faktor eksternal seperti asap rokok, polusi, zat-zat kimia yang toksik dapat meningkatkan jumlah radikal bebas di tubuh. Ketidakstabilan radikal bebas menyebabkan munculnya radikal bebas lain sehingga terjadi rantai reaksi yang merusak. Hal ini dapat dihentikan oleh antioksidan. Namun tidak cukup hanya satu macam antioksidan. Ada antioksidan yang menetralisir radikal bebas sebelum memulai rantai reaksi, ada yang memutuskan rantai reaksi. Yang dibutuhkan adalah sebuah jaringan kerjasama untuk pertahanan terhadap radikal bebas yang melibatkan berbagai macam antioksidan. Jadi jelaslah bahwa dibutuhkan variasi dalam bahan makanan untuk memenuhi beragam vitamin agar dapat membentuk jaringan pertahanan antioksidan yang kuat. Berhati-hatilah dengan menggunakan suplemen antioksidan. Anda bisa mendapat kecukupan antioksidan dari makanan yang anda konsumsi. Terlalu banyak antioksidan justru akan membahayakan.

Jadi prinsip umum diet yang sehat adalah yang bervariasi, seimbang memenuhi kecukupan gizi, teratur dan menghindari bahan makanan yang lebih bersifat merusak. Anda dapat mempelajari sendiri mengenai berbagai bahan makanan, lalu anda dapat membuat menu untuk anda sendiri yang anda sesuaikan dengan memenuhi kecukupan gizi yang anda butuhkan. Anda dapat melakukan substitusi antar hari asalkan tetap seimbang. Diet yang sehat seperti ini dapat memberikan anda tubuh yang sehat dan bugar sehingga dapat mencegah dari munculnya penyakit.

MH900442287Beberapa ahli berpendapat, didukung dengan beberapa penderita yang mengaku merasakan manfaatnya, bahwa pengaturan diet pada penderita penyakit autoimun adalah penting dan akan sangat bermanfaat dalam pengontrolan penyakitnya. Prinsip dasar diet untuk penyakit autoimun tidak jauh berbeda dengan prinsip umum diet sehat, yaitu bervariasi, seimbang memenuhi kecukupan gizi, teratur dan yang menjadi tambahan penting adalah tidak cuma menghindari bahan makanan yang lebih bersifat merusak namun juga yang bersifat memicu kekambuhan. Hal ini diketahui biasanya dari proses ketidaksengajaan atau coba-coba. Saya pribadi menjadi mengetahui bahwa ternyata saya menjadi intoleransi terhadap susu (casein). Penyakit saya tidak suka dengan susu sehingga jika saya minum susu gejala-gejala saya akan memarak. Selain itu juga tambahan bermanfaat adalah mempelajari dan mengenali mengenai bahan-bahan makanan yang dapat membantu menurunkan peradangan di tubuh atau dinamakan bersifat antiinflamasi. Bahan-bahan makanan yang bersifat antiinflamasi ini akan bermanfaat bagi penderita autoimun. Batasi juga asupan garam sehingga tidak lebih dari 6 gram (1 sendok teh) per hari. Gunakan garam beryodium. Para peneliti di Harvard University menemukan bahwa garam dapat memicu munculnya penyakit autoimun dan memperburuknya.[4] Hal sama juga ditemukan oleh para peneliti di Yale University.

Bahan makanan yang termasuk antiinflamasi diantaranya:

– Bahan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3. Sebaiknya bahan makanan ini dikonsumsi beberapa kali dalam seminggu dan dimasak dengan sehat (panggang, kukus, rebus). Contohnya adalah ikan salmon, tuna, herring, telur omega-3, dll.

– Sayur-sayuran hijau seperti bayam atau kembang kol

– Kacang-kacangan, terutama almond, kaya akan asam lemak omega-3 dan juga bersifat antioksidan. Dikatakan mengonsumsi sejumput kacang-kacangan sehari adalah sehat

– Kacang kedelai yang difermentasi seperti tahu dan tempe

– Susu rendah lemak (skim milk, yogurt) jika tidak intoleransi. Penting juga sebagai sumber kalsium dan vitamin D

– Bumbu masakan jahe, kunyit dan kayu manis

– Bawang putih dan bawang Bombay

– Buah ceri dan beri

– Green tea

– Lemak tak jenuh seperti olive oil, avocado, flaxseed, dll. Jika ingin menggoreng dapat dengan menggunakan olive oil/extra light olive oil pada suhu sedang, jangan pada suhu tinggi dan jangan gunakan extra virgin olive oil untuk memasak, dapat digunakan pada salad. Hal ini karena extra virgin olive oil smoking point-nya rendah.

– dsb

Sebagai tambahan prinsip yang dijelaskan diatas, beberapa diet yang diajukan sesuai untuk penderita penyakit autoimun diantaranya adalah:

– Gluten-free diet. Diet ini adalah bebas dari bahan makanan yang mengandung gluten atau gandum, rye, barley, oat. Beberapa penderita autoimun mengungkapkan mendapat manfaat dari menghindari makanan yang mengandung gluten. Mereka mengatakan bahwa mereka mengalami lebih sedikit kekambuhan atau bahkan remisi. Saya sendiri adalah seseorang yang mendapat manfaat dari menghindari produk-produk makanan yang mengandung gluten, ternyata saya intoleransi terhadap gluten. Sebuah penelitian mendapatkan bahwa kejadian celiac disease (intoleransi terhadap gluten) dengan penyakit autoimun lainnya adalah cukup sering.[5] Sebuah bakery di Jakarta langganan saya yang saya tahu menyediakan roti, kue dan cookies gluten-free adalah beyondtreats. Produknya juga bisa di dapatkan di Kemchick Pacific Place.

– Paleo diet. Diet ini adalah diet yang meniru para pendahulu kita pada jaman batu. Makanan yang disarankan pada diet ini adalah makanan yang bebas dari zat kimia dan hormon, daging hewan yang diberi makanan rerumputan, ikan/makanan laut yang bebas zat kimia (merkuri), sayur-sayuran dan buah-buahan segar, telur, kacang-kacangan, minyak sehat (olive oil, avocado oil, dll). Prinsipnya adalah mengonsumsi karbohidrat lebih sedikit (35-45%) dan protein lebih banyak (19-35%). Karbohidrat yang dikonsumsi adalah yang memiliki indeks glikemik rendah artinya yang penyerapannya lambat. Diet ini mengambil sayur-sayuran dan buah-buahan segar tidak ber-starch sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, konsumsi sedang lemak tak jenuh lebih banyak omega-3. Batasi konsumsi garam. Kurangi makanan bersifat asam seperti daging dan perbanyak makanan bersifat basa begitu juga kaya vitamin dan mineral seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

photo-81Bagaimana dengan minuman? Jika saya ditanya minuman apa yang aman untuk saya konsumsi sebagai orang yang sakit kronik, saya akan menjawab air putih atau teh herbal (tanpa gula). Jus saya kategorikan ke dalam buah-buahan. Yang pasti hindarilah pengawet dan pewarna buatan baik untuk minuman maupun makanan. Begitu juga zat aditif. Saya pribadi menjaga diet namun tetap disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Saya memang harus makan sedikit-sedikit tapi sering, 5 kali per hari dikarenakan saya belum lama ditemukan mengidap diabetes mellitus tipe 2 dengan late hypoglycemia sehingga saya perlu menjaga jumlah asupan karbohidrat saya, menghindari karbohidrat sederhana kecuali darurat dalam kondisi hipoglikemi (gula darah rendah). Sebagai tambahan, saya meningkatkan asupan makanan yang bersifat antiinflamasi, berusaha mendapatkan vitamin dan mineral langsung dari sayur-sayuran dan buah-buahan, menghindari produk susu dan produk yang mengandung gluten. Saya juga menghindari coklat karena saya ada kecenderungan tegang pembuluh darah otak yang gejalanya ditunjukkan dengan migren dan vertigo. Sebelumnya saya banyak membatasi garam namun sejak diketahui mengidap insufisiensi adrenal, secukupnya saja.

Berikut saya membuat contoh menu sederhana saya sendiri:

MAKAN PAGI Nasi putih dibatasi jumlahnya + telur rebus + sepotong lauk lain seperti ikan atau daging + sayur, air putih/green tea

MAKAN SELINGAN 1 Telur orak-arik + sosis-sosis potong + sayur + buah, air putih

MAKAN SIANG Nasi putih dibatasi jumlahnya + sepotong lauk ikan/daging + sayur, air putih

MAKAN SELINGAN 2 Roti gluten-free dengan selai kacang + buah, air putih

MAKAN MALAM Nasi putih dibatasi jumlahnya + setengah potong lauk ikan/daging + sayur, air putih/chamomile tea

Perlu tidaknya menjaga atau mengatur diet bagi seorang penderita autoimun memang masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Namun jika anda memilih untuk menjaga diet anda maka lakukanlah dengan bijaksana, jangan membuat diri anda tambah menderita. Dengarkan badan anda, sadarlah dengan badan anda. Serta tetaplah mengonsumsi obat-obatan anda sesuai dengan anjuran dokter anda.

Salam

REFERENCE:

1. Justo Sierra-Johnson, Anna-Lena Undén, Madeleine Linestrand, Magdalena Rosell, Per Sjögren, Maria Kolak, Ulf De Faire, Rachel M. Fisher & Mai-Lis Hellénius. Eating Meals Irregularly: A Novel Environmental Risk Factor for the Metabolic Syndrome. Obesity. 2008 Jun;16(6):1302-7. DOI: 10.1038/oby.2008.203

2. Daniela Jakubowicz, Maayan Barnea, Julio Wainstein, Oren Froy. High Caloric intake at breakfast vs. dinner differentially influences weight loss of overweight and obese women. Obesity, published online: 2 JUL 2013, DOI: 10.1002/oby.20460.

3. Eliseo Guallar, Saverio Stranges, Cynthia Mulrow, Lawrence J. Appel, Edgar R. Miller, III; Enough Is Enough: Stop Wasting Money on Vitamin and Mineral Supplements. Annals of Internal Medicine. 2013 Dec;159(12):850-851.

4. Wu, C. et alInduction of pathogenic TH17 cells by inducible salt-sensing kinase SGK1, Nature, published online 06 March 2013, DOI:10.1038/nature11984.

5. Zwolińska-Wcisło M, Galicka Latała D, Rudnicka-Sosin L, Rozpondek P. Coeliac disease and other autoimmunological disorders coexistance. Przegl Lek. 2009;66(7):370-2.

Advertisements

2 thoughts on “Perlukah menjaga diet?

  1. Sepertinya nasi putih tidak terlalu disarankan. Sebaiknya makan nasi dari beras utuh seperti beras merah/hitam/pecah kulit/dsb. Penggunaan daging juga sebaiknya dicari pengganti lemak dari nabati lebih seha, minim efek samping. Kurangi makanan olahan seperti sosis, roti, dsb. Perbanyak makanan organik dan alami namun di kemas dalam bentuk yang menarik dan mengundang selera.

  2. Terima kasih dok. Sangat menambah wawasan. Terima kasih untuk berbagi ilmu yang mungkin sulit dimengerti kaum awam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s