Sabar, bersyukur dan ikhlas…

MH900441048Sebagai seorang muslim saya tambahkan tawakal dan ikhtiar. Bagi saya lima hal itu adalah jurus utama menjalani hidup dengan penyakit kronik seperti penyakit autoimun. Namun tentunya harus dibarengi dengan doa. Kelima hal itu yang selalu saya ulang dalam kepala saya supaya saya bisa menjalankannya. Easier said than done, bicara lebih mudah daripada tindakan. Saya setuju sekali jika dikatakan demikian. Saya mengikuti stress management session dengan seorang dokter dan dari sesi itu saya dapati ternyata saya masih belum bisa ikhlas menerima kondisi saya, terutamanya saya masih menyalahkan diri saya atas dampak dari kondisi saya terhadap diri saya sendiri dan keluarga saya. Saya cukup kaget mengetahuinya karena selama ini saya terus-menerus menyatakan pada diri saya bahwa saya ikhlas, saya mengatakan kepada Tuhan dalam doa saya bahwa saya ikhlas, ternyata saya masih belum ikhlas.

0003531297EE-1920x1280Pertanyaan yang utamanya mungkin adalah kenapa sabar, bersyukur dan ikhlas? Saya memasukkannya dalam manajemen qalbu, seperti kata AA Gym, jagalah hati. Hati yang damai dan bersih memberikan jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat dapat membantu menyehatkan badan anda. Jika kita bersabar kita tidak memaksakan harapan, sehingga tidak membuat hati dan pikiran kita gelisah menunggu harapan terkabul. Dengan memberikan kepercayaan kepada Tuhan bahwa harapan kita akan terkabul atas izin-Nya jika memang baik untuk kita, pada waktu yang ditentukan-Nya yang diketahui-Nya adalah waktu yang terbaik untuk kita setelah berusaha sebaiknya, atau dalam islam adalah tawakal, maka akan mengurangi beban perasaan dan pikiran. Kita akan lebih merasa ‘Plong’ dan ketika harapannya terkabul nantinya akan menjadi sangat indah. Begitu juga dengan ikhlas, jika kita ikhlas kita akan berhenti bertanya ‘kenapa?’ dan bisa lanjut memfokuskan pikiran untuk berusaha atau dalam islam disebut ikhtiar. Terus bertanya ‘kenapa?’ tidak akan memberikan jalan keluar tapi sebaliknya ikhtiar bisa. Dengan bersyukur kita jadi menghargai segala hal kecil yang kita dapatkan, akhirnya kita bisa mendapatkan kebahagiaan dengan hal kecil yang sebelumnya mungkin kita anggap biasa-biasa saja. Dunia jadi terlihat berbeda di mata kita dan kita jadi bisa lebih menghargainya dan lebih mudah ceria.

Jika kita merubah pandangan kita, kita bisa menyadari penyakit kita sebagai ‘a blessing in disguise‘ sehingga dunia akan terlihat berbeda ‘in a good way‘. Bukankah lebih baik?

Salam

Advertisements

2 thoughts on “Sabar, bersyukur dan ikhlas…

  1. Tulisan ini menjadi inspirasi buat saya…
    Untuk berhenti bertanya ”knapa?”…
    Tawakal dan ihtiar yg mesti di jalankan…
    Terimakasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s