Berobat kemana?

MH900238208

Anda curiga keluhan-keluhan yang anda alami adalah gejala-gejala dari suatu penyakit autoimun. Anda tidak perlu panik atau takut dulu namun juga jangan diabaikan. Prioritas utama anda saat ini adalah memeriksakan diri anda ke dokter untuk memastikan kondisi anda. Belum tentu anda memang menderita penyakit autoimun. Gejala-gejala penyakit autoimun mirip dengan gejala-gejala penyakit lain. Namun anda tidak akan tahu sebelum anda memeriksakan diri ke dokter. Akan tetapi, pertanyaannya adalah…sebaiknya ke dokter apa? Di negara berkembang dokter umum adalah barisan terdepan dalam sistem kesehatan, mereka adalah gate keeper, dokter yang pertama ditemui ketika seseorang mencari pengobatan. Namun di Indonesia, sistem tersebut kurang berjalan baik. Selain itu, penyakit autoimun masih kurang dimengerti oleh kebanyakan orang termasuk juga dokter umum.

Penyakit autoimun adalah penyakit yang kompleks, penyakit ini ada yang lokal pada organ tertentu seperti Grave’s Disease yang menyerang kelenjar tiroid, namun ada yang sistemik, menyerang berbagai organ di dalam tubuh hingga mengganggu sistem tubuh. Umumnya yang bingung dengan gejala-gejalanya adalah yang terkena penyakit autoimun sistemik. Kemudian kemanakah sebaiknya berobat?

Umumnya penyakit autoimun sistemik mengenai muskuloskeletal atau memberikan gejala seperti rematik, sakit pada badan, maka yang paling umum didatangi adalah dokter spesialis rheumatologi. Paling banyak penyakit autoimun ditangani oleh dokter spesialis rheumatologi namun tidak semua. Penyakit autoimun seperti Lupus, Rheumatoid Arthritis, Sjogren’s Syndrome, Ankylosing Spondilitis ditangani oleh dokter spesialis rheumatologi. Dokter rheumatologi yang banyak menangani penyakit autoimun di Indonesia seperti Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, SpPD-KR., K.Ger atau putrinya dr. Ika Wulan Yuliani, SpPD-KR.

Namun ada penderita dengan gejala yang masih tidak jelas, penderita bingung, namun curiga ke arah penyakit autoimun, maka dapat juga berkonsultasi ke dokter spesialis alergi imunologi yang kekhususannya pada imunologi. Biasanya penyakit autoimun yang lebih ke arah imunitas sepeti hypereosinophilic syndrome ditangani oleh dokter spesialis imunologi. Dokter imunologi yang cukup dikenal dan banyak menangani penderita penyakit autoimun adalah dr. Nanang Sukmana, SpPD-KAI.

Selain itu, penyakit autoimun sistemik sering menyebabkan gangguan pada profil darah, seperti sel darah merah dan sel darah putihnya, sehingga bagi orang-orang yang sudah melakukan pemeriksaan sendiri, atau dari dokter umum dan didapatkan ada ketidaknormalan pada hasil darah, misalkan hb dan sel darah merah rendah biasanya akan dirujuk kepada dokter darah (hematologi). Beberapa dokter hematologi yang banyak menangani penyakit autoimun sistemik seperti Lupus diantaranya Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM dan dr. Sugiyono, SpPD-KHOM. Selain menangani penyakit autoimun sistemik, para dokter hematologi juga menangani penyakit autoimun yang dinamakan Antiphospholipid Syndrome (APS), yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan kekentalan darah. Dokter hematologi yang umumnya menangani APS di Indonesia adalah Prof. Dr. dr. Karmel L. Tambunan, SpPD-KHOM, dr. Lugiyanti, SpPD-KHOM, serta dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM.

Penyakit autoimun lain yang lebih spesifik, yang lebih fokus ke organ tertentu ditangani oleh dokter spesialis masing-masing yang terkait, seperti contohnya Grave’s disease yang menyerang kelenjar tiroid, atau Diabetes tipe 1 yang menyerang pankreas, atau Addison’s disease yang menyerang kelenjar adrenal akan ditangani oleh dokter endokrinologi. Yang cukup dikenal di Indonesia ada diantaranya Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD dan dr. Dante Saksono H, SpPD-KEMD. Penyakit autoimun yang menyerang rambut seperti Alopecia Areata atau kulit seperti Psoriasis akan ditangani oleh dokter spesialis kulit yang banyak menangani penyakit autoimun kulit seperti Prof. Dr. d. Benny E. Wiryadi, SpKK. Ada juga Multiple Sclerosis yang menyerang utamanya otak dan tulang belakang maka ditangani oleh dokter spesialis saraf (neurologi). Biasanya akan lebih menonjol gejala-gejala saraf, seperti kesemutan, jerking (anggota gerak bergerak sendiri), atau bisa sampai kejang, atau bicara mulai kurang jelas. Dokter neurologi yang banyak menangani penyakit autoimun diantaranya Prof. dr. H. Jusuf Misbach, SpS, namun beliau sudah banyak sekali pasiennya dan lebih utamanya menangani pasien rawat. Ada juga dr. Riwanti Estiasari, SpS, dokter saraf yang kekhususannya di imunologi.

Namun penyakit autoimun seperti saya sebutkan sebelumnya adalah sangat kompleks, jadi dapat tidak hanya ditangani oleh satu spesialis namun kerjasama beberapa dokter. Seperti contohnya penyakit Sjogren’s syndrome yang menyerang kelenjar air mata maka menyebabkan gangguan pada mata, maka akan ditangani juga oleh dokter spesialis mata. Selain itu ada Scleroderma dan Psoriatic Arthritis yang ditangani oleh dokter spesialis kulit dan dokter spesialis rheumatologi. Selain itu, jika sudah muncul komplikasi maka akan dirujuk karena perlu ditangani oleh dokter-dokter spesialis lain yang terkait dengan komplikasinya umumnya adalah kerjasama dengan dokter hematologi dan dokter neurologi, tidak jarang juga dokter spesialis rehabilitasi medik untuk fisioterapi.

Salam

Advertisements

97 thoughts on “Berobat kemana?

  1. Dear Mba Dini ,

    kakak saya setelah di check lab test menunjukkan hasil immunology nya positive , namun belum tau mengarah kemana , adapun saat ini kondisi nya adalah satu mulut penuh banyak sariawan sampai lecet dan berdarah. Mohon info nya dokter siapa yg sering menangani penyakit serupa. Terima kasih atas advise nya .

    • Salam kenal, jika sariawannya hingga lecet dan berdarah, mungkin kakak mbak kena Behcet’s disease, salah satu penyakit autoimun yang menyerang pembuluh darah. Mbak mungkin bisa ke dr. Nanang Sukmana, di RS Antam Medika

  2. Assamu’alaikum . . . Mba Andini
    Sy menderita sakit radang sendi , tulang2 kaki yg sakit ( ketergantungab dg obat penghilang rasa nyeri ) n tangan kanan yg selalu kram n sakit, sy disarankan dokter utk cek ANA IF ternyata hasilnya positif. Bbrp minggu perut sy agak membesar, rambut rontok ( sdh agak lama ).
    Disarankan utk pemeriksaan lanjutan ANA Profil jika indikasi klinis yg mengarah ke penyakit autoimun. Sblmnya sy dari dr.penyakit dalam utk selanjutnya sebaiknya kemana sy bawa hasil lab ini ? Mhn advisnya n terimakasih.

  3. hai, salam kenal… anakku 7 tahun menderita juvenile dermatomiositis, dokter mana yang cocok saya visit ya dok.. boleh gabung di grup WA? terima kasih

  4. Salam mbak,

    Adik saya di diagnosa menderita autoimun jenis polymiositis, selama ini berobat di dr yuliasih krn posisi di sby. Adakah referensi dr lain yg menangani polymiositis ? Di jkt juga boleh
    Mohon referensi nya ya mbak terima kasih sebelum nya

  5. Assmlkm dok, sy wanita 44 thn. Sdh sebulan ini nyeri ngilu di tulang (tidak hanya di sendi tapi juga di tulang lengan/jari ). Awalnya nyeri ngilunya spt jk mau flu, sakit nyeri (istilah org Jawa, remek spt digebukin), tapi kondisi sy tdk flu/batuk. Sy ke Dokter umum didiagnosa Myalgia, bbrp hr tdk hilang jg akhirnya sy ke spe peny dalam (krn ingat dlu wkt tipus pernah ngilu/nyeri spt ini juga). Dicek di lab, tipus sy negatif, jd diagnosa dokter peny dalam, artralgia. Diksh obat sesuai diagnosa, tdk hilang jg nyerinya, akhirnya dicek lupus, rematoid, bahkan cikungunya segala…semuanya negatif. CRP 7 , kt dokternya kemungkinan ada inflamasi tp tdk diketahui dimananya, sy dirujuk utk konsul ke spe rematologi. Akhirnya di rontgen, tangan, kaki, hslnya plantar fasciitis bilateral. Disarankan disuntik apa gitu (sy krg paham namanya), yg sy bingung okelah nyeri di kaki hubungannya sm ini, lha yg nyeri di lengan Dan tangannya apa gitu?…smpe skrg msh nyut2an, apalgi klo malam Dan pagi…boleh mt sarannya dok? Terima kasih. Wass- rhianti

  6. Askm Dr. Andini, slm kenal Dan terimakasih sdh bnyk sharing ttg autoimun. Sy mulai merasakan hampir semua gejala RA Dr 3 bln yg lalu, saat INI hny minum dexamethasone + Suplemen + vit d3 + calcium.. Sdg cari rheumatolog yg agak dkt dr rmh. APA sy boleh join group WA-nya?

  7. Mbak, ibu saya di diagnose autoimun 2 thn ini. Selama ini diberi Myfortic oleh dr. Djumhana. Di manakah saya bisa mendapatkan 2nd opinon dan apakah saya dapat bergabung di komunitasnya karena ibu sudah sepuh mungkin saya yg bs mewakili. Terima kasih.

  8. Saya ingin bergabung di wa mb, saya juga sdg proses didiagnosis autoimun kearah lupus, kemarin trombosit saya sempat drop, skg saya sdg kontrol dgn dr. Andika. Tkb

  9. Salam Kendal. Anak saya berumur 10 tahun. didiagnosa lupus sle satu setengah tahun yang Lalu. Dosis obat masih naik turun. Saya mau cari second opinion harus ke dokter mana ya mbak. Berhubung ini masih anak anak. Apa bisa pergi ke dokter internist? Tolong sarannya ya mbak..terima kasih

  10. Malam mba, istri saya bertahun2 sering fatique Dan tanda2 autoimun spt yg saya baca, sering ruam2, sakit kepala, badan sakit2.. Konsul ke dokter internis setiap cek ada eosinofil 7 kadang 8 sll diatas normal, dokter yg merawat blg tdk apa2.. Terakhir kehamilannya terpaksa dikuret, apa perlu saya bw konsul ke Dr immunologi utk mengecek? Mohon sarannya.. Trims

  11. Aku ingin gabung group Wa untuk autoimun kebetulan anak ku 7th dari hasil colonoscopy menurut dokter menderita inflamatory bowel disease dan merasa di tusuk2 di beberapa bagian tubuhnya.

  12. Halo, salam kenal mba andini,

    Ayah saya di diagnosis kemungkinan ITP dengan bintik2 merah keunguan serta lebam di badan trombo di angka 5000, namun hingga saat ini kami bingung dengan kepastian hasil diagnosanya, mohon bantuannya untuk merekomendasikan dokter spesialisnya ya mba. tks

  13. hi mba andien saya mau bgabung di grup wa nya mba, saya ingin lbih mngetahui autoimun lbih mndalam krn saat ini saya mngalami persendian yg sakit dan beberapa didiagnosa osteoathritis spti pinggang leher lutut dll tp test rf negatif cm setiap bangun pagi dan malam hari badan saya sakit sekali, sariawan walaupun makan buah stiap hari plus madu dan mnum yg banyak, sempat mertigo, dan hilang pandangan sesaat, saya umur 29,5 th saat ini. dada saya suka sakit begitu juga perut bagian bawah. kadang susah menelan walaupun hanya air. dokter sempat memberikan obat methylprednisolone yg sy hentikan pemakaiannya krn hilang pandangan dan sakit kepala berputar setelah mengonsumsinya. smpai saat ini dokter blum bs memastikan apa nama penyakit saya. mnurut mbak saya mesti datang ke dokter apa krn saya sudah berobat ke dr pnyakit dlm, dr irm, dan dr syaraf. trimakasih ini no saya 081322501324

  14. Assalamualaikum dr andhini, Alhamdulillah saya pas bisa membaca blog ini, mba langsung aja yac. Putrinya saya usia 12 th, sewaktu usia 9 tahun pernah terdiagnosa henoch schonlein purpura, dan sejak itu kadang kambuh bila dia sedang lelah dgn keluhannya : kakinya sampai ke paha seperti urat di tarik sakitnya dan muncul bercak kemerahan di kulit yg lama lama menjadi hitam.dan pada setahun terakhir ini suka muncul seperti Bula dan bila pecah meninggalkan koreng. Sdh dua minggu ini Putri saya masuk pesantren dimana bangun tidur jam 3 malam dan tidur malam jam 10, dengan aktifitas yg cukup padat., dari riwayat adik ipar saya ada lupuss ( berobat ke prof.zubairy djorban) dan suami saya ada psoriasis di kaki. Pertanyaan saya apakah anak saya termasuk penyakit autoimun dan kemana saya harus berobatt agar mendapatkan okter yg tepat.makasi mba, jazaakillah khoyr.wassalam
    .

  15. Selamat pagi dan salam kenal mba Andini,
    Saya sedang browsing tentang autoimmune dan tidak sengaja ketemu blog nya mba.
    Ibu saya positif hasil tes ANA nya autoimmune dengan pola Sentriol, Titer: >1/1000 dengan kemungkinan autoantibodi: Anti PCM-1,Anti Cep 250 dan Anti Pericentrin. Sebenarnya kita melakukan tes ANA ini karena dari hasil USG terlihat tanda sirosis, sementara hasil cek darah tidak mengkonfirmasi adanya gangguan pada fungsi hati. Selain sirosis ternyata ada gangguan di empedu, dan juga tiroid (timbul benjolan di leher kiri). Kita sudah melakukan PET CT Scan dan menurut analisa dokter Ibu saya divonis Kanker Pankreas. Pada saat yang bersamaan hasil ANA baru keluar (jadi dokter yang memvonis kanker tidak tau kalau Ibu saya ada autoimmune) dan menyatakan positif autoimmune. Atas saran sepupu saya yang juga dokter, ada kemungkinan bahwa itu bukan kanker tapi gangguan pankreas adalah akibat autoimmune. Kalau boleh tau mba, kira-kira saya harus ke dokter mana, karena saya baca ada banyak dokter autoimmune dengan spesialisasinya masing-masing.
    Terima kasih sebelumnya.

  16. Assalamualaikum. Mau tanya. Saya menderita radang sendi udh lama ga sembuh2. Terus ada bercak pitih di wajah juga. Seperti review2 yang lain kalo kambuh saya capek luar biasa pada sakit semua badan. Saya juga ada anemia hb rendah 5,4 sempat transfusi tapi hb anjlok lagi. Disaranin ke hematologi tp belum nih. Apa termasuk auyoimun ya? Saran dong ke dokter apa harus berobatnya

      • Terumakasih mbak. Saya sudah bertemu dr. Nanang Sukmana di rs. Antam. Saya divonis scleroderma. Tapi hasil lab belum diperiksa. Karena saya harus kembali lagi bulan depan. Menemukan blog ini saya jadi termotivasi untuk semangat sembuh

  17. salam mba Andini.
    adik saya divonis sakit lupus bulan lalu, tapi sakit disendi-sendinya sudah hampir 6 bulanan, dan demam naik turun, kemudian berdasarkan rontgen paru-parunya sudah kena infeksi. Bisa tolong disuggest dokter yang ahli untuk penyakit ini? bole ikut grup WA nya juga mba? bisa di private message ke blue_yena@yahoo.com

    makasi banyak mba..

  18. assalamuallaikum mbak dini, alhamdulillah ketemu blog ini, secara tidak sengaja saya melakukan skrining lab dan test ana positif dengan Pola nukleoli, titer 1/320 –> anti PM-Scl, anti Scl-70, anti RNA polymerase-I , Pola sitoplasma granula halus,titer 1/100 –> antibodi terhadap Jo-1 dan c3 yg sedikit rendah dgn hasil 80 dari normal 90 dan c4 normal 24 mg/dl , CRP saya juga normal ,d dimer normal hasil < 100, untuk DPL.LED, dan lab dasar lainnya dalam batas normal , begitu juga ACA IGG,IGM dan Beta 2 GP IGG/IGM negatif hasilnya,ds- DNA juga normal 2.7 ,VDRL non reaktif apakah ini juga bisa di katakan lupus? dan baiknya saya kemana ya, oh iya tidak ada keluhan saya yg mengganggu aktifitas,dan saya juga rencana akan hamil lagi …tks mbak Dini, wassalam

  19. Hi bu Andini,
    Sy lg browsing2 tentang autoimmune dan menemukan blog ibu.
    Sy mao minta info, kebetulan ibu sy terkena autoimmune disease. Jenisnya masih belom jelas. Kira2 kemana cocoknya utk berobat yah? Thank you

  20. Selamat pagi ibu Andini ,
    Mohon info dan sarannya untuk saya yg dicurigai terkena aotoimun yg menyerang mata dan diberi obat untuk tiroit oleh dokter mata , kemana saya harus tindak lanjuti untuk berobatnya karena kuatir ada komplikasi yg lain ( sudah mulai komplikasi ke DM saya jadi naik sehubungan dng obat tiroit tsb.

  21. Salam kenal bu andini, sekitar bulan februari dgn sjorgen’s syndrom. Selama ini saya konsultasi dgn dr.nanang. Saya mau cari second opinion. Bu andini ada referensikah selain beliau? Lalu boleh saya gabung ikut grup wa nya bu?

  22. Halo Mba Andini, salam kenal. apakah autoimun dapat menyebabkan keguguran berulang? Saya diminta dokter kandungan u/ cek Imun. Pengecekan darah apa saja yg mengindikasikan kalau saya terkena autoimun? Harap dibalas & terima kasih

    • Salam mbak Elaine, ya mbak autoimun ada yang dapat menyebabkan keguguran berulang umumnya Antiphospholipid Syndrome (APS). Biasanya akan diperiksakan antibodi untuk APS seperti ACA, dan lainnya serta juga di cek D Dimer dan beberapa pemeriksaan darah lain.

  23. Salam Kenal bu , istri saya menderita auto imun yg menyerang ke sending tukang dan hati , mungkin bisa dikonsultasikan dengab Prof. Harry Isbagyo , kalau boleh tau dimana tempat prakteknya ? Oh ta saya dari luar Jakarta .
    Terima kasih.

  24. Assalamualaikum mba andini, suami saya 57th, di diagnosa autoimune ankylosing spondylitis, dg hs CRP 71 padahal batas normal 3. mohon saran dokter yang dpt menangani penyakit suami saya. terima kasih.

  25. Selamat malam mbk Andini…salam kenal
    Kebetulan anaknya sahabat saya baru saja terkena autoimun dan masih cari2 dokter spesialis yg pas dan alhamdulillah saya ketemu blog ini yg mana banyak sekali informasi yang bisa kami dapatkan. Oh iya mbk, boleh kah anaknya sahabat saya bergabung di komunitas penderita Autoimun?
    Trims, Rindhia.

  26. Salam kenal,
    Adik saya baru di diagnosa anemia hemolitik, sudah rawat inap 2x di RS dengan penanganan transfusi. Boleh di info rekomendasi dokter spesialist di rscm yang tidak sulit untuk reservasi, saya perlu sebagai second opini dari yang lebih spesialis, karena sebelumnya dokter yang menangani lebih penyakit umum general. terima kasih,

  27. Assalamuallaikum mbak andini, saya jessica 20 tahun dan sedang Saya mengidap penyakit autoimun (behcet syndrome) sudah 6 bulanan mbak. Senang rasanya bisa menemukan blog ini dan ternyata tidak hanya saya saja yang mengidap autoimun. Perjuangan mbak sangat luar biasa dan semoga selalu di beri kekuatan dan kelancaran oleh Allah swt. Mau nanya mbak, apakah ada komunitas untuk penderita autoimun? Kalo ada gimana cara bergabungnya mbak? Atau grup di whatssap/line? Saya ingin menambah ilmu mengenai penyakit ini dan sekedar untuk sharing2. Terimakasih banyak sebelumnya mbak andini 😊

      • Halo salam kenal mba andini dan mba jessica..
        Sy nita baru di diagnosa behcet syndrome juga dan ga sengaja ketemu link ini saat searching2 tentang penyakit saya.. Bolehkah sy bergabung group wa tentang autoimun untuk menambah wawasan tentang penyakit ini?
        Apa ada email yang bisa di hubungin untuk bisa bertukar contact?

  28. Salam bu Andini, saya kesemutan dan sampai muncul
    gundulan dari dlm pori2 kadang masuk lg kedlm.
    Begitu stiap sy merasa kesemutan. Sy brobat ke dokter
    saraf tetap aja gundulan itu muncul kluar dr dlm pori2.
    Sy ke dokter internist dan sy dirujuk priksa ana profile dan
    hasil AF positif 1:1000. Kmudian disarankan utk priksa lanjutan
    ANA Profile sy kena lupus. Ke dokter mana atau siapa nama dokter yg sy harus datangi utk brobat. Trm kasih.

  29. Dear Mba Dini,

    Suami saya minggu lalu mendadak pusing Dan memiliki pandangan ganda serta kehilangan tenaga keseimbangan. Hasil EMG oleh Dr SpS din yayasan myasthenia grafis time okuler. Please info dokter siapa yg sering menangani penyakit serupa. Usia suami saya 32 thn. Terima kasih

  30. Hi mba andini, baru-baru ini saya mendapati hasil ana if test saya positif dengan pola granular nucleoplasm titer >1: 320, nucleoli titer >= 1:320, cytoplasmic granular titer >= 1:100. Oleh internist, karena symptomp yg saya rasakan dirasa tidak sangat menggangu (sering on off linu dan nyeri di persendian tangan dan kaki) maka disimpulkan hanya di obati apabila muncul saja, sedangkan keluhan lain spt kulit kepala bersisik diberikan salep benoson (dipakai hanya apabila bersisik merah meradang). Sejauh ini diagnosa beliau sakit saya ke arah dermatomyositis. Terus terang jawabnnya terhadap pertanyaan2 saya kurang memuaskan. Sepertinya saya ingin konsul utk second opinion ke dokter yang lebih memahami sakit ini. Mohon advis mba andini, kira2 dokter siapakah yg bisa saya konsul, krn ref dari mba andini cukup byk. Trima kasih mba.

      • Hi mba Andini, apa kabar? Semoga senantiasa sehat. Terima kasih utk saran nya, dan blog yang mba buat. Sangat informatif dan menguatkan mental saya menjalani pengobatan.
        Mau sharing cerita autoimun saya. Mempertimbangkan jarak dan atas rekomendasi dari teman akhirnya saya ke DR Iris Rengganis SpPD KAI. Setelah berobat 6 bulan diagnosa nya mengerucut ke Polymiositis. Sempat sembuh dan kemudian drop dengan ana if 1>1000, krn melanggar pantangan dari beliau, daging merah, sinar matahari, dan aktifitas yang terlalu melelahkan.
        Butuh 3 bulan utk menidurkan si autoimun ini spy badan ngga terlampau ngilu. Pengobatan yg beliau berikan adalah kenacort 4mg, dimulai dari dosis 3 kali sehari slama sebulan sampai d turunkan pelan2 ke 2 kali sehari, 3 kali sminggu 2 kali, 3 kali seminggu 1 kali, dan terakhir 2 kali sminggu 1 kali.
        Selain itu vit D 1000 iu 2 kali jadi konsumsi saya setiap hari, krn ada defisiensi vit D juga (yg ini membuat saya sering bolak balik ke dr gigi). Alhamdulillah krn saya mengikuti anjuran dgn byk konsumsi ikan, hindari pantangan, olah raga ringan dan pengobatan hasil tes saya membaik. Komplemen C3 C4 normal, dan ana if di 1>320.
        Memang kembali ke kondisi saya di awal namun ngga pegal2 lagi, walaupun kenacort sudah d stop sama sekali. Dr Iris skr mendorong saya utk atur pola hidup sehat supaya tdk tergantung kenacort. Mudah mudah bisa… Ya mba. Again, thanks alot mba utk blog yg mba buat. 😊

  31. Salam kenal, saya sudah tes ANA dan hasilnya positif, kemudian tes profil ANA hasilnya negatif,sendi2 saya sakit. Apakah saya terkena auto imun?. Oya dediner saya jg tinggi, 1500. Mohon saran, terimakasih banyak

    • Keliatannya memang kearah autoimun, dengan d dimer yang tinggi mungkin terkena antiphospholipid syndrome (APS), sebaiknya konsultasi ke spesialis hematologi untuk selanjutnya.

  32. Salam kenal mbak, istri saya terkena autoimune tipe SCL-70, mohon sarannya mbak baiknya saya bawa ke dokter mana?, saya agak bingung juga banyak sekali dokter2nya. Mohon saran dan bantuannya mbak. terima kasih

  33. salam,,,, ibu saya menderita radang sendi sejak akhir 2014, seperti review 2 sebelumnya ibu saya pernah tidak bisa jalan, dls. ibu saya hanya pergi ke dokter umum biasa, belum ke spesialis, sudah cek lab hasil AF nya positif, dan rontgen juga pada daerah kaki, namun belum tes ANA, dan alhamdulillah bisa meredakan meskipun kadang sering kambuh, ibu saya ingin sekali pergi ke spesialis, tapi akhir akhir ini ada bercak bercak di kulit yang sepertinya ssaya baca tdi merupakan autoimune juga, lantas untuk pertama kali penanganan harus ke dokter speseialis rematologi, atau ke autoimune, atau cek ANA terlebih dahulu?

    maaf panjang lebar, mohon infonya via email ,,, thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s