Teori ‘leaky gut’

MH900385812Pernahkah anda mendengar mengenai teori ‘leaky gut’?

Teori ini banyak dibahas berhubungan dengan penyakit autoimun. Teori ini menjelaskan mengenai gangguan pada pencernaan seseorang yang menyebabkan orang tersebut menjadi mengidap penyakit autoimun. Teori ini memang masih dalam perdebatan, namun saya sendiri menganggap teori ini menarik untuk dibahas dan merupakan salah satu teori yang saya pribadi anggap sebagai salah satu kemungkinan berpengaruh dalam terjadinya penyakit autoimun.

Pada teori ini, dinyatakan bahwa permeabilitas (kemampuan suatu zat untuk melewati suatu membran) saluran pencernaan menjadi meningkat, sehingga terjadi masuknya zat-zat dan komponen kuman ke dalam tubuh yang harusnya dapat dihambat masuknya. Masuknya zat-zat tersebut membebani tubuh. Tubuh terutama sistem imun menjadi kewalahan untuk menghadapi zat-zat tersebut. Dikarenakan kewalahan tersebut akhirnya ‘program’ sistem imun dalam tubuh menjadi error. Error tersebut membuat terpicunya proses autoimun. Seorang ahli bernama Alessio Fasano menyakini bahwa leaky gut ini merupakan salah satu faktor penting terjadinya penyakit autoimun. Didapatkan bahwa pemulihan permeabilitas saluran pencernaan pada penderita penyakit celiac disease dan diabetes tipe 1 dapat memulihkan kondisi penderita.

Meskipun dapat cukup meyakinkan namun teori ini masih belum dapat betul dibuktikan sehingga masih dalam perdebatan. Namun dalam konteks teori ini, konsumsi probiotik pada penderita penyakit autoimun mungkin dapat bermanfaat. Dengan penggunaan probiotik dapat membantu melawan kuman yang masuk ke dalam saluran pencernaan, sehingga dapat mengurangi toksin atau komponen kuman yang dapat melewati dinding saluran pencernaan. Probiotik diantaranya seperti yakult dan yogurt.

Salam

Advertisements

3 thoughts on “Teori ‘leaky gut’

  1. Salam kenal mbak Andini,

    Saya di diagnosa menderita penyakit Crohn, Sindrom Sjogren & Lupus. Artikel mbak tentang Leaky Gut itu bagi saya benar karena dokter saya di Amerika juga mengenalkan teori tersebut. Selain terapi obat medis, dia juga memberikan saya probiotik, minyak ikan, vitamin D, C, menghindari alergen, dan meditasi/yoga. Puji Tuhan kondisi saya lebih baik. Ruam2 merah di kulit sudah jarang muncul. Hanya bintik2 merah yang masih muncul. Intensitas nyeri di sendi kaki dan kekakuan di punggung berkurang, pusing seperti anemia berkurang, intensitas rasa sakit yang amat parah di usus dan lambung yang menjalar ke punggung mulai berkurang.
    Awalnya dokter2 di surabaya mengira saya malnutrisi karena saya tidak suka makan. Padahal saya doyan makan tapi badan saya tetap kurus. Ternyata karena penyakit Crohn saya itu yang menyebabkan saya malnutrisi.

  2. Salam Kenal Mbak Andini,

    Saya orang yg didagnosa RA dan memiliki riwayat diabetes type 2 yg kemudian berkembang menjadi type 1. Menarik mengkaji permeabilitas ini. Untuk konsumsi probiotik apakah ada jadwal khusus agar optimal bekerjanya? Tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s