Kelainan darah pada autoimun

Sudah berapa kali anda diambil darah?

MH900407342Bagi penderita yang sudah beberapa tahun mengidap penyakit autoimun rasanya akan menjawab sama, yaitu ‘banyak kali’. Semua komponen darah perlu diperhatikan pada penderita penyakit autoimun karena semuanya dapat terpengaruh. Kelainan darah apa sajakah yang dapat terjadi pada penderita penyakit autoimun?

– Anemia

Anemia adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Anemia pada penderita penyakit autoimun dapat terjadi karena beberapa hal, namun dapat karena efek langsung dari penyakitnya. Penyakit autoimun dapat menyebabkan beberapa komponen pembentuk sel darah merah kurang atau gangguan pada proses pembentukan sel darah merah atau penyerangan sistem imun secara langsung kepada sel-sel darah merahnya (AIHA-anemia hemolitik autoimun). Anemia dapat menyebabkan penderitanya menjadi merasa lemas dan pusing-pusing. Umumnya anemia yang terjadi adalah anemia yang ringan kecuali pada kasus AIHA.

– Trombositopenia

Trombositopenia adalah berkurangnya jumlah trombosit di dalam tubuh. Trombosit adalah komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan darah. Penderita penyakit autoimun dapat mengalami trombositopenia sebagai bagian dari suatu gangguan yang dinamakan DIC (disseminated intrvascular coagulation) baik akut maupun kronik. DIC bukan penyakit yang terjadi sendiri tapi adalah gangguan pembekuan darah yang terpicu oleh suatu penyakit lain. Penyakit autoimun dapat memicu terjadinya DIC ini. DIC menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan (menyebabkan terbentuknya plak-plak yang menyumbat pembuluh darah) yang akhirnya karena komponen dalam pembekuan darah tersebut terus digunakan hingga akhirnya menjadi kekurangan (menyebabkan terjadinya perdarahan). DIC akut terjadi dengan cepat dan adalah kondisi yang dapat membahayakan nyawa. Pada DIC kronik prosesnya terjadi perlahan-lahan dan umumnya lebih mengarah pada pembekuan darah yang berlebihan. Pada DIC kronik yang terjadi adalah penyumbatan pembuluh darah yang dinamakan trombus yang dapat menyebabkan terjadi trombus pembuluh darah vena sehingga menimbulkan gangguan yang dinamakan DVT (deep vein thrombosis) atau PE (pulmonary embolism) juga penyumbatan pada pembuluh darah vena otak yang dinamakan CVT (cerebral venous thrombosis). DIC juga dapat menyebabkan trombus pada pembuluh darah arteri yang dapat berakibat stroke atau serangan jantung. Selain DIC, trombositopenia juga dapat terjadi sebagai akibat sistem imun yang menyerang trombositnya secara langsung yang dikenal dengan ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura). Trombositopenia dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada penderita, baik itu mimisan, gusi berdarah, lebam, bintik-bintik merah pada kulit atau perdarahan lainnya hingga perdarahan otak.

– Trombofilia

Trombofilia adalah kebalikan dari trombositopenia. Pada trombofilia, trombositnya berlebihan, sehingga menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan. Kondisi ini umumnya didapatkan pada penderita autoimun APS (antiphospholipid syndrome). Penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya trombus pada pembuluh darah vena dan arteri.

– Darah kental

Pada penderita penyakit autoimun, dapat terjadi kekentalan darah. Peradangan yang terjadi pada penderita penyakit autoimun dapat mempengaruhi beberapa komponen koagulasi darah sehingga menyebabkan darah menjadi kental. Darah yang kental dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah yang dapat berakibat stroke atau serangan jantung dan dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Darah yang kental juga terjadi pada penderita autoimun APS. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, pusing-pusing, leher kaku, kesemutan. Darah kental ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya keguguran.

Kelainan darah selayaknya ditangani oleh dokter spesialis darah (hematologi). Namun yang utama adalah pengontrolan penyakit utamanya yaitu penyakit autoimunnya untuk mengontrol kelainan darah yang terjadi.

 Salam

Advertisements

4 thoughts on “Kelainan darah pada autoimun

  1. malam mba andin, saya baru melihat mba di youtube lewat acara cerita hati. ibu saya juga mengalami penyakit autoimun. apakah boleh di add no nya untuk bergabung dengan komunitas autoimun di wa? no ibu saya di 08121293****. terimakasih mba

  2. saya penderita autoimun, saya pernah mengalami keadaan dgn hb 4, trombost 5.800, leukosit 5.800,,,,sudah beberapa bulan ini saya tidak makan obat lagi. Dan Alhamdulillah sekarang keadaaan baik-baik saja. Apakah kondisi “tidur” nya penyakit ini bisa berlangsung lama..? Saya masih berharap penyakit itu tidak muncul lagi untuk selama-lamanya…. Aaaamiiiinnnn

    • Salam, setelah remisi, sulit diprediksi keberlangsungannya, namun tidak ada bantahan bahwa bisa remisi selamanya, semoga memang itu yang akan terjadi pada saudara, bahwa penyakitnya akan remisi terus untuk kedepannya, aamiin, saya turut doakan. Yang penting tetap jaga diri dan tidak lengah dengan alarm tubuh supaya penyakitnya bisa terjaga remisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s